HEADLINE NEWS

Berita Terbaru
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Grand Opening Sparkling WIHDAH

Written By Unknown on Thursday, August 15, 2013 | 8:38 PM


CAIRO- 14 Februari 2013. Dalam rangka memperingati milad yang ke 24, WIHDAH menggelar serangkaian acara dengan judul Sparkling WIHDAH. Acara yang dimulai sejak tanggal 14 Februari ini akan dilaksanakan hingga akhir bulan. Grand Opening dan pemotongan pita digelar di Griya KSW, Hay Asyir. Seperti biasa, acara ini ditujukan khusus untuk para akhwat masisir. Baik mahasiswi maupun ibu rumah tangga.

Terlihat antusiasme akhwat masisir yang cukup besar terhadap acara ini, melihat jumlah peserta yang cukup banyak. Pun ada berbagai macam event menarik yang disiapkan panitia, seperti potong rambut, facial, konsultasi kesehatan, hijamah atau bekam, akupuntur dan bazaar. Juga disediakan bubur gratis yang boleh dinikmati setiap peserta yang hadir. Untuk menarik antusiasme peserta, panitia memberi hadiah pada 3 peserta yang pertama datang, juga menyediakan konsumsi khusus bagi 70 peserta awal yang hadir.

Berikut petikan jawaban peserta, Humairoh Bahar terhadap acara ini saat ditanya tentang alasan keikutsertaannya,”Ini kesempatan yang jarang terjadi, terlebih bagi kaum hawa. Terutama bagi mereka yang sebelumnya belum pernah ikut, memiliki kesibukan yang menyita waktu, atau terkendala dengan biaya.” Ujar mahasiswi fakultas Syariah yang tampak ceria setelah menjalani perawatan facial.

Acara yang dijadwalkan berakhir pada 28 Februari ini masih memiliki serentetan acara yang tak kalah menarik. Seperti Konferensi Muslimah di KKS, Games di Suq Sayyarat, Olahraga di Nadi Salab, Lomba Baca Kitab Turats di KPMJB dan lain-lain. Sedang untuk penutupan, panitia masih belum dapat memastikan apakah digelar di Sholah Kamil atau di American Future.

Perayaan milad yang ke 24 ini sekaligus menjadi penutup kepengurusan DP WIHDAH 2012-2013, begitu menurut penuturan ketua panitia, Riska Handayani. Saat ditanya tentang kesiapan panitia, mahasiswi ini mengaku bahwa terdapat beberapa kendala, namun ia tetap optimis bahwa kedepannya acara ini akan berjalan lancar.

Salah seorang peserta menyatakan bahwa ia cukup puas dengan acara ini,”Kalau bisa, acara seperti ini dipertahankan dan ditambah variasinya. Kalau perlu diperbesar kegiatannya dengan fasilitas lebih, dan tenaga ahli yang lebih banyak juga dilaksanakan seprofesional mungkin.” Tidakkah anda-akhwat masisir- tertarik dengan acara ini? (Ainun)

Marhalah Family Day 2013


Cairo- Selasa (5/3) MFD (Marhalah Family Day) yang merupakan perhelatan akbar bagi mahasiswa Indonesia yang tinggal di Madinatul Buuts Al Islamiyah digelar. Bertempat di Nadi Thola’i, pesta olahraga tahunan ini dihadiri oleh warga Buuts dari 3 marhalah ditambah marhalah Syuyukh.
MFD diadakan setiap tahun pasca berakhirnya ujian termin satu terdiri dari berbagai macam perlombaan. Futsal, basket, voli, tenis meja, tarik tambang, bakiak dan lain-lain. Untuk mahasiswi Buuts sendiri dua hari sebelumnya telah digelar beberapa perlombaan yang turut disaksikan oleh Direktur (mudiroh) Madinah Buuts Al Islamiyah lil Banat, dan bertempat di dalam kompleks asrama putri Buuts.
Sejatinya acara dimulai pukul 13.00 WK namun molor hingga satu jam. Akan tetapi hal itu tidak menutup antusiasme warga buuts dalam menyemarakkan pesta olahraga yang dipanitiai oleh marhalah termuda, Eternal Flame yang beranggotakan hanya 18 orang. Sementara marhalah Amazing yang kompak bersegaram hijau terus bersemangat meneriakkan yel-yelnya hingga petang menjelang. Saat menjelang Isya, pengumuman kejuaraan digelar. Marhalah Byzantium yang anggotanya paling banyak meraih gelar sebagai juara umum MFD tahun ini.

Menurut Nur Zulfa Sholihat MFD kali ini cukup sepi (baca: minim peserta). Memang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya jumlah mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang tinggal di Buuts terhitung cukup banyak. Hampir mencapai 100 setiap marhalah. Namun sejak tahun lalu, semakin menipis jumlahnya, tidak heran jika MFD tahun ini lebih sepi di banding sebelumnya. Mahasiswi asal Jakarta Selatan ini juga menambahkan,”tapi MFD kali ini tetap menarik. Dengan even ini membuat kita saling kenal dan akrab. Sunnah hasanah tetap terlaksana.”

Pelatihan Tentang Reproduksi


Selasa (5/3) lalu, International Islamic Centre for Population Studies and Research,
sebuah lembaga di bawah Al-Azhar yang khusus meneliti tentang kesehatan dan popu-
lasi masyarakat menggelar seminar untuk sekitar 50 mahasiswa Indonesia. Acara ini
dilaksanakan di gedung Islamic Centre yang terletak di bagian belakang kampus Al-Azhar
Darrasah.

Seminar yang bertajuk “Kesehatan Repro-duksi dan Cara Menjaganya” ini menghadirkan Prof. Dr. Jamal Abu Surur, direktur International Islamic Centre, Prof. Dr.
Thaha Abu Karishah, mantan wakil rektor universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Abdullah Al-
Husaini, mantan menteri perwakafan Mesir, Prof. Dr. Hamid Abu Thalib, mantan dekan
fakultas Syariah wal Qonun, dan Prof. Dr. Ahmad Raja’i Abdul Hamid, pengajar ilmu
kesehatan reproduksi di Islamic Centre-Kairo.

Acara dibuka tepat pukul 10.00 CLT oleh Prof. Dr. Ahmad Raja’i dengan memberikan
sambutan selamat datang dan ringkasan paparan tentang pentingnya menjaga kesehatan
tubuh. Di lain kesempatan ia pun menjelaskan tentang dampak dan penyebaran penyakit
AIDS, sekaligus memberikan laporan tentang persentase perkembangan dan penyebaran
AIDS di seluruh dunia.

Kemudian Prof. Dr. Jamal Abu Surur diberi kesempatan pertama untuk memberi-
kan penyuluhan kepada para mahasiswa Indonesia tersebut. Beliau mengulas tentang
pentingnya kesehatan calon ibu dan bayi yang sedang di kandungan. Sekaligus juga beliau
memberikan laporan tentang tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan di seluruh dunia,
beliau juga menyayangkan bahwa tingkat tertinggi kematian bayi terdapat di negara-
negara Islam yang disebabkan oleh kualitas perawatan kesehatan yang masih buruk.

Prof. Dr. Thaha Abu Karishah sebagai pembincang kedua menjelaskan dengan run-
tut tentang beragam problematika kesehatan remaja. Mulai dari rokok, minuman keras,
narkotika, hingga seks bebas. Acara dilanjutkan dengan paparan mantan menteri Perwa-
kafan Mesir, Prof. Dr. Abdullah Al-Husaini yang lebih fokus menjelaskan tentang amanah
yang diemban sebagai duta besar Al-Azhar.


Sebagai pembicara terakhir, Prof. Dr. Hamid Abu Thalib menyampaikan secara terperinci tentang bahaya-bahaya kesehatan remaja seperti seks bebas, hubungan sesame jenis, dan pernikahan dini. Acara ditutup dengan tanya jawab masalah kesehatan secara umum.
Acara penyuluhan ini tak hanya diadakan satu kali saja. Pada hari Sabtu (9/3) juga digelar acara serupa yang diperuntukkan khusus untuk sekitar 40 mahasiswi Indonesia. (Ainun)

Workshop Pelatihan Maktabah Syamilah



Cairo- Rabu (27/2) Bertempat di ruang baca PMIK, Workshop Pelatihan Maktabah Syamilah digelar. Workshop ini terlaksana atas kerjasama PMIK, Orsat ICMI, SAMAHTA dan Wisma Nusantara. Diikuti oleh perwakilan setiap almamater baik putra maupun putri.
Workshop yang seharusnya dimulai sejak pukul 10:00 WK ini molor hingga menjelang dhuhur. Panitia pelaksana menuturkan, hal tersebut dikarenakan mayoritas peserta belum menginstall Maktabah Syamilah di laptop masing-masing sehingga panitia harus mengcopykan satu persatu. PMIK sendiri hanya menerima pengembalian buku pada hari itu dan tidak melayani peminjaman karena ruang baca digunakan untuk pelatihan.
Tepat pukul 11:56 WK secara resmi workshop dibuka dan pelatihan langsung dimulai setelah sholat Dhuhur dengan tutor Ustadz Nidhol Masyhud Lc,Diplom. Tampak antusiasme peserta yang cukup tinggi, dilihat dari mayoritas peserta yang tidak beranjak dari pelatihan hingga workshop tersebut selesai pada pukul 18:30 WK. Andi Arifin selaku ketua panitia yang juga wakil ketua PMIK mengatakan bahwa selain memperkenalkan fungsi dan seluk beluk Maktabah Syamila bagi yang belum mengenal sebelumnya, workshop ini juga bertujuan untuk memperkaya pengetahuan dan wawasan bagi peserta yang telah mengenal maktabah yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2005 tersebut.
Peserta workshop sengaja dibatasi perwakilan dari setiap almamater, dan adanya persyaratan yang cukup ketat. Di antaranya peserta harus menyumbangkan minimal satu buah buku berbahasa Arab atau Indonesia untuk PMIK dan minimal duduk di tingkat III dari fakultas manapun. Ini menunjukkan keseriusan panitia dalam menggelar workshop tersebut di awal musim semi ini.
“Memang terdapat kendala dalam publikasi ke setiap almamater, karena daftar kontak yang sulit dicari” tutur Andi saat ditanya mengenai kendala pelaksanaan workshop. Kendati demikian workshop kali ini bisa dibilang sukses. Karena jumlah peserta yang membludak hingga 19 orang. Padahal panitia berusaha agar peserta hanya berjumlah 15 orang saja. Bahkan beberapa permintaan pendaftaran terpaksa ditolak karena keterbatasan kuota. Nisaul Mujahidah, salah seorang peserta mengeluh karena workshop masih berlangsung hingga petang. Sementara ia harus kembali ke asrama sebelum pukul 17:00 WK. sehingga tidak dapat mengikuti workshop hingga akhir.
Melihat minat dan keseriusan peserta khususnya dan masisir pada umumnya, Andi menuturkan adanya rencana workshop serupa yang akan kembali digelar. “Jika peminat banyak, insyaalloh kita akan mengadakan Workshop lagi di lain waktu” ungkap mahasiswa yang tinggal di Madinah al Buuts al Islamiyah ini dengan serius. Anda berminat? Update lah selalu berita dari PMIK!
(Ainun)



Shopping in IBF (Islamic Book Fair)


Sebagai pameran buku islami paling bergengsi dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat indonesia;  jakarta khususnya dan luar jakarta umumnya, IBF (Islamic book Fair) Jakarta menampilkan peran yang signifikan bagi perkembangan intelektualitas masyarakat Indonesia.
              
              kali ini IBF mengambil tema “ Menuju Umat berkarakter Qurani”. Tema ini merupakan cerminan yang sangat ideal sebagai visi IBF untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlaq Qurani, serta pemahaman dan pengamalan dari isi wahyu tersebut.

                Seperti sebelum-sebelumnya, IBF Jakarta yang bertempat di Istora Senayan merupakan tempat yang sangat strategis untuk sebuah pameran buku. selain tempatnya luas, adem karena dilingkupi oleh lapangan-lapangan olah raga dan taman-taman yang hijau menjadikan ia terlindungi dari hiruk-pikuk ibukota. Serta letaknya di pusat kota memudahkan akses untuk siapa saja yang ingin bertamasya kesana.
            
              Ada nuansa berbeda di IBF Jakarta tahun ini dibandingkan dengan 2 tahun yang lalu (kebetulan 2 tahun yang silam saya juga ikut meramaikannya). Saya melihat IBF kali ini lebih bernafas dan lebih hidup. Lihat saja,  walaupun hari ini bukanlah hari libur, tapi para pengunjung begitu berjubel menyesaki semua stand-stand yang ada, mulai dari anak-anak-anak sekolahan, mahasiswa, para guru, sampai pekerja kantoran. Dan keramaian itu terus berlanjut hingga jam sepuluh malam.
          
              Selain pameran buku, IBF juga dimeriahkan dengan serangkain acara-acara menarik, seperti bedah buku, bincang-bincang bersama para tokoh, dan berbagai macam jenis perlombaan. sebut saja di antara Penulis dan Tokoh yang tampil; Asma Nadia, Faudhil Adhim, Salim A. Fillah, Habiburrahman, Hidayat Nur Wahid, Syafii Maarif, Anis Mata, Said Aqil Munawir, Adnin Armas, Adian Husaini, Hamid Fahmi Zarkasyi, Hasyim Muzadi, dll.

IBF juga diramaikan oleh anak-anak dari seluruh yayasan dan pondok pesantren di jakarta, bahkan dari luar jakarta. Dan itu adalah salah satu program dari pelaksana IBF sendiri, yaitu upaya pengenalan anak-anak indonesia dengan buku, disertai juga berbagai macam lomba yang membuat mereka lebih antusias dengan dunia pendidikan dan membaca. Selain itu panitia juga menyeting acara khusus bagi mereka, dimentori oleh dai-dai yang berkompeten.
        
            Di antara nuansa positif lain di IBF kali ini berjamurnya buku-buku referensi bahasa arab yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, mulai dari buku-buku yang ringan bersifat materi motivasi dan ibadah ibadah praktis, sampai materi sejarah, bahkan pemikiran. Dan yang membuat saya lebih kaget lagi, buku-buku yang saya sendiri belum habis membacanya di kairo, bahkan belum membacanya sama sekali yang jumlahnya berjilid-jilid sudah diterjemahkan. Ini adalah nilai plus terbaru bagi penerbitan indonesia, dan suatu pertanda bahwa masyarakat indoneisa sudah mulai haus dengan referensi-referensi ashil, karangan para pakar ulama.

         
            Ditemani oleh Direktur penerbit al-Kausar Bapak Tohir, dan Dua orang tim kreatif Pustaka al-Kausar, Bapak Artawijaya ( penulis buku-buku laris tentang zionis dan liberal) dan bapak Hafis (editor al-kausar, serta salah seorang penulis pemenang IBF tahun ini), memberikan saya banyak masukan tentang perkembangan penerbitan dan dunia buku di indonesia. Di antara pesan mereka yang sangat membekas bagi saya dan menyeret imajinasi saya begitu jauh adalah “ menulis itu mudah, melahirkan karya itu mudah, menerbitkan buku juga mudah! Yang susah adalah bagaimana melahirkan karya yang berkualitas, bernilai ibadah dan dakwah”.

Mesir Masih di Persimpangan Jalan


Pasca kudeta, Pembantaian demi pembantaian kian menjadi-jadi. Terakhir, peristiwa jumat (26/ 7/2013), dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai  400 jiwa –sebagaimana dilansir Aljazeera (28/7/13) dihitung semenjak dari awal kudeta- dari pihak penentang kudeta.  Dengan  angka sedemikian rupa, bukan lagi sekedar sandiwara politik, namum murni pembantaian. Hal ini menyebabkan  hampir semua golongan masyarakat angkat bicara.

Di antara ulama, cendekiawan, akademisi, dan pakar hukum yang mengecam aksi penembakan terhadap demonstran penentang kudeta adalah Prof. Dr. Yusuf al-Qaradhawi (Ketua Ikatan ulama sedunia), Prof. Dr. Hasan Syafii (Penasehat Syaikhul Azhar), Prof. Dr. Muhammad Imarah (Penulis & Pimpinan Redaksi majalah Al-Azhar), Prof . Dr. Salim el-Awa (Pakar Hukum  & Negarawan). Bahkan Syaikhul  Azhar Prof. Dr. Ahmad Tayyib, akhirnya mulai angkat bicara menyoali peristiwa berdarah dihari jumat tersebut seperti dimuat di situs www.alazhar-alsharif.gov.eg.

Dr. Fahmi Huwaidi, seorang cendekiawan muslim Mesir, Pemikir, sekaligus penulis, dalam Koran asy-Syouruq (28/ 7/2013) menuliskan, bahwa peristiwa berdarah yang terjadi sekarang belum pernah ada dalam sejarah Mesir, yang pelaku dan korbannya adalah rakyat Mesir sendiri. Kemudian Beliau menambahkan, sungguh memalukan jika pemegang legitimasi hukum “mantan Ketua Mahkamah Agung” dan sekarang menjadi Presiden sementara, malah memperkosa hukum yang sepatutnya dijaga kedemokratisannya.

Dalam menanggapi pembantaian Jumat (26/7/2013) Presiden Sementara Adli Mansur tetap bersikukuh dengan kepentingannya da CS-nya. bahkan ia mengeluarkan amandemen atas nama Negara yang semakin menggiring rakyat Mesir ke jurang pembunuhan. Sebagaimana  dilansir Koran asy-Syouruq; Surat keputusan yang dikeluarkannya bernomor 496 Thn. 2013, yang isinya memberikan hak pelaksanaan sebagian agenda Negara kepada perdana menteri sementara  Dr. Hazem el-Biblawi. Dan sewaktu-waktu ketika kondisi mendesak agar Perdana Menteri memberi Ultimatum Kepada militer sepenuhnya untuk mengamankan Negara. Allahumma ihfadh Misra wa Ahliha….(IBHAS)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PMIK Mesir - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger