Selasa (5/3) lalu, International Islamic Centre for Population Studies and Research,
sebuah lembaga di bawah Al-Azhar yang khusus meneliti tentang kesehatan dan popu-
lasi masyarakat menggelar seminar untuk sekitar 50 mahasiswa Indonesia. Acara ini
dilaksanakan di gedung Islamic Centre yang terletak di bagian belakang kampus Al-Azhar
Darrasah.
sebuah lembaga di bawah Al-Azhar yang khusus meneliti tentang kesehatan dan popu-
lasi masyarakat menggelar seminar untuk sekitar 50 mahasiswa Indonesia. Acara ini
dilaksanakan di gedung Islamic Centre yang terletak di bagian belakang kampus Al-Azhar
Darrasah.
Seminar yang bertajuk “Kesehatan Repro-duksi dan Cara Menjaganya” ini menghadirkan Prof. Dr. Jamal Abu Surur, direktur International Islamic Centre, Prof. Dr.
Thaha Abu Karishah, mantan wakil rektor universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Abdullah Al-
Husaini, mantan menteri perwakafan Mesir, Prof. Dr. Hamid Abu Thalib, mantan dekan
fakultas Syariah wal Qonun, dan Prof. Dr. Ahmad Raja’i Abdul Hamid, pengajar ilmu
kesehatan reproduksi di Islamic Centre-Kairo.
Thaha Abu Karishah, mantan wakil rektor universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Abdullah Al-
Husaini, mantan menteri perwakafan Mesir, Prof. Dr. Hamid Abu Thalib, mantan dekan
fakultas Syariah wal Qonun, dan Prof. Dr. Ahmad Raja’i Abdul Hamid, pengajar ilmu
kesehatan reproduksi di Islamic Centre-Kairo.
Acara dibuka tepat pukul 10.00 CLT oleh Prof. Dr. Ahmad Raja’i dengan memberikan
sambutan selamat datang dan ringkasan paparan tentang pentingnya menjaga kesehatan
tubuh. Di lain kesempatan ia pun menjelaskan tentang dampak dan penyebaran penyakit
AIDS, sekaligus memberikan laporan tentang persentase perkembangan dan penyebaran
AIDS di seluruh dunia.
sambutan selamat datang dan ringkasan paparan tentang pentingnya menjaga kesehatan
tubuh. Di lain kesempatan ia pun menjelaskan tentang dampak dan penyebaran penyakit
AIDS, sekaligus memberikan laporan tentang persentase perkembangan dan penyebaran
AIDS di seluruh dunia.
Kemudian Prof. Dr. Jamal Abu Surur diberi kesempatan pertama untuk memberi-
kan penyuluhan kepada para mahasiswa Indonesia tersebut. Beliau mengulas tentang
pentingnya kesehatan calon ibu dan bayi yang sedang di kandungan. Sekaligus juga beliau
memberikan laporan tentang tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan di seluruh dunia,
beliau juga menyayangkan bahwa tingkat tertinggi kematian bayi terdapat di negara-
negara Islam yang disebabkan oleh kualitas perawatan kesehatan yang masih buruk.
kan penyuluhan kepada para mahasiswa Indonesia tersebut. Beliau mengulas tentang
pentingnya kesehatan calon ibu dan bayi yang sedang di kandungan. Sekaligus juga beliau
memberikan laporan tentang tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan di seluruh dunia,
beliau juga menyayangkan bahwa tingkat tertinggi kematian bayi terdapat di negara-
negara Islam yang disebabkan oleh kualitas perawatan kesehatan yang masih buruk.
Prof. Dr. Thaha Abu Karishah sebagai pembincang kedua menjelaskan dengan run-
tut tentang beragam problematika kesehatan remaja. Mulai dari rokok, minuman keras,
narkotika, hingga seks bebas. Acara dilanjutkan dengan paparan mantan menteri Perwa-
kafan Mesir, Prof. Dr. Abdullah Al-Husaini yang lebih fokus menjelaskan tentang amanah
yang diemban sebagai duta besar Al-Azhar.
tut tentang beragam problematika kesehatan remaja. Mulai dari rokok, minuman keras,
narkotika, hingga seks bebas. Acara dilanjutkan dengan paparan mantan menteri Perwa-
kafan Mesir, Prof. Dr. Abdullah Al-Husaini yang lebih fokus menjelaskan tentang amanah
yang diemban sebagai duta besar Al-Azhar.
Sebagai pembicara terakhir, Prof. Dr. Hamid Abu Thalib menyampaikan secara terperinci tentang bahaya-bahaya kesehatan remaja seperti seks bebas, hubungan sesame jenis, dan pernikahan dini. Acara ditutup dengan tanya jawab masalah kesehatan secara umum.
Acara penyuluhan ini tak hanya diadakan satu kali saja. Pada hari Sabtu (9/3) juga digelar acara serupa yang diperuntukkan khusus untuk sekitar 40 mahasiswi Indonesia. (Ainun)
Acara penyuluhan ini tak hanya diadakan satu kali saja. Pada hari Sabtu (9/3) juga digelar acara serupa yang diperuntukkan khusus untuk sekitar 40 mahasiswi Indonesia. (Ainun)





Post a Comment