Sekitar 1400 tahun yang lalu, Rasulullah pernah menginformasikan bahwa umatnya akan tertimpa sebuah realitas yang begitu memprihatinkan pun menghinakan.
Beliau bersabda “ Hampir – hampir tiba masanya, umat umat yang ada akan memperebutkan kalian, bagaikan para predator yang memperebutkan makanan.”
Salah seorang sahabat bertanya, “ Apakah karena jumlah kami (umat islam) ketika itu sedikit, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab,”Tidak,bahkan ketika itu jumlah kalian sangat banyak.Namun kondisi kalian ketika itu seperti buih di lautan dan Allah mencabut dari hati musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian, lalu Dia merasukan wahn kedalam hati kalian.”
Penanya tersebut bertanya lagi, “Apakah wahn itu,wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.”
Apa yang dikhawatirkan seakan terjadi “hari ini” . Dengan jumlah yang begitu kaya mencapai 1-1/4 miliar ini. Lihat saja bagaimana umat islam menjadi bulan–bulanan oleh umat lain khususnya Yahudi dan Nasrani.
Masih hangat hangatnya tragedi pembantaian dan pelanggaran kehormatan kaum muslimin di berbagai belahan dunia seperti di Chechnya, Lebanon,Palestina,Irak,Afghanistan,Khasmir,Pattani,Moro, bahkan peristiwa kemarin melalui film hangat “innocence of moslem” dan juga yang lainnya.Lalu reaksi apa yang bisa umat muslim perjuangkan melihat peristiwa yang menimpa kehormatan imannya dan saudara-saudaranya?
Jika sejenak menelusuri sejarah,terekam olehnya fakta kaum muslimin yang terbentang hidup dalam kemuliaan baik dalam urusan dunia maupun agama.Terekam jelas saat Khalifah Al-Mu’tashim, yang hanya karena mendengar ada seorang muslimah yang ditawan oleh romawi, ia langsung mengirim surat kepada raja Romawi yang berisi “kalau kamu tidak melepaskan muslimah tersebut, niscaya aku akan mengirim pasukan yang ujung depannya ada di negerimu sedangkan ujung belakangnya ada di negeriku!”
Masih terngiang pula peristiwa ketika duta zionis datang menemui Sultan Abdul Hamid II, penguasa Turki Utsmani saat itu.Pihak Zionis memohon agar orang orang Yahudi diizinkan tinggal di di palestina, dengan kompensasi Turki Utsmani akan dihapus utang-utangnya,dibangunkan perguruan tinggi modern dan armada laut yang kuat. Namun dengan wibawa islam yang mencerminkan kekuatan seorang muslim yang mulia ia menjawab, “Selama aku masih hidup, sekali-kali tidak akan aku izinkan orang orang Yahudi tinggal didalamnya. Namun, jika aku sudah berkalang tanah,kalian bisa mendapatkan Palestina dengan Cuma cuma!”
Walau kini seakan berbalik hingga 180 derajat namun bukankah Rasulullah menjanjikan bahwa umat Islam akan kembali jaya pada masa beliau? Bukankah umat islam tidak pernah benar benar punah? Dr. Raghib As-Sirjani mengatakan “kemenangan membutuhkan kerja keras karena ini bukanlah zaman Abrahah yang Allah hujani pertolongan dengan burung burung Ababil!”
Apakah hanya dengan menunggu turunnya badai dan malapetaka menimpa kebengisan amerika? Menunggu topan menghapus kekuasaan dan hegemoni Amerika di Teluk Arab,Laut Putih,Laut Merah,Laut Kuning dan di belahan sudut bumi manapun?
Pertolongan hanya akan diraih dengan menjalankan syariatNya dan ternyata perjuangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah bahkan individu,masyarakat dan pemerintah dengan ketaatan “amal ma’ruf ahli munkar” bahkan berbakti kepada orang tua, menciptakan suasana umum agar seluruh umat bangga menjadi umat muslim,pemboikotan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan yahudi (Zionis) termasuk penetapan syariat Islam.Tidak ada alasan yang bisa diterima untuk melakukan transaksi jual-beli dengan orang orang yang menumpahkan darah saudara saudara kita,ibu ibu kita,anak anak dan orang tua kita.
Kurang setuju? Pada tahun 2003, Amerika memboikot barang barang impor dari jerman ke Amerika, yang setiap tahunnya bernilai lebih dari enam puluh trilyun dollar .Disaat yang sama, Amerika memboikot keju dan maskapai penerbangan milik prancis.Apa sebabnya?Jerman dan Prancis menentang – hanya menentang – politik yang dimainkan Amerika terhadap Irak.
Lalu dimana peran dan tindakan umat islam?
Membina generasi umat yang memiliki juang membela agamanya sejak dini, menanamkan akhlaq,moral dan segala ketaatan individu masyarakat terhadap pemerintahan bisa menumbuhkan kembali potensi dan kekuatan yang jauh lebih hebat.
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali (An-Nahl:92)
Kemenangan adalah produk lokal. Tidak layak ditulisi label “made in China, made in France,made in USA atau Negara lainnya. Kita ucapkan terima kasih kepada Perancis yang membela saudara kita di Iraq namun jangan lupakan kekejaman mereka di Al jazair, Tunisia, Maroko, Syiria, Lebanon dan Mesir sebelumnya karena bukan karena penderitaan rakyat Iraq semata namun demi menjaga eksistensi kekuatan Prancis mengimbangi “tentara Mongolia” Amerika. Hingga kini pemerintah perancis tetap melarang gadis muslimah menggenakan jilbab disekolah mereka.
Allah SWT telah menganugerahkan potensi yang luar biasa terhadap umat muslim bukan?bisa dibandingkan dengan korea utara yang hanya 30 juta jiwa dan umumnya berpaham komunis dan Atheis.sementara umat muslim lebih dari 1,325 milyar! Korea utara pun hanya 120.000 km atau 10% dari luas mesir namun mengapa kita umat yang lebih dari semilyar mau menundukkan kepala? sedangkan mereka jelas jelas mengambil sikap menentang.
Realitas kekalahan secara beruntun,pengkhianatan yang terjadi di berbagai belahan dunia islam, kebebasan media informasi, pencurian, penyuapan korupsi, bermilyar milyar krisis ekonomi, perselisihan diantara kaum muslimin sudah cukup untuk menggetarkan kepalan tangan kita terhadap “mereka” bukan?
Umat yang selama berabad abad mendongkakkan kepala,namun kini justru mengangguk anggukkan kepala ke barat dan ke timur.
Maka apa yang sudah sudah bisa kita mulai dalam menjawab pertanggung jawaban dihadapan Allah kelak atas saudara-saudara kita diberbagai belahan dunia yang setiap detik berteriak memanggil “Dimana mereka yang mengaku saudara kami?”. (Nile)






Post a Comment